Proses Menjadi dalam Mengenal Diri

Advertisement

Proses menjadi adalah semua aksi untuk mewujudkan sebuah atau lebih dari visi dan misi, akibatnya perombakan dan penghancuran dari status quo. Disitu ada pergumulan, perusakan, perombakan, penolakan serta standarisasi segala hal. Standarisasi itu berdasar pada gagasan dan persepsi seseorang. Gagasan dan persepsi itu berbeda-beda karena dilandasi oleh BATIN orang bersangkutan, dan di situ ada ego.
Simaklah secara lengkap pada topik-topik berikut ini!

Proses Menjadi
1 Februari

Menjadi Adalah Pergulatan

Hidup yang kita kenal, kehidupan sehari-hari kita, adalah suatu proses menjadi. Saya miskin, dan saya bertindak dengan suatu tujuan dalam pandangan saya, yakni menjadi kaya. Saya jelek dan ingin menjadi cantik. Oleh karena itu hidup saya adalah proses untuk menjadi sesuatu.

Keinginan untuk ada adalah keinginan untuk menjadi, pada tingkat kesadaran yang berbeda-beda, dalam keadaan yang berbeda-beda, yang di situ terdapat tantangan, tanggapan, penamaan, dan pencatatan. Nah, menjadi adalah pergulatan, menjadi adalah kesakitan, bukan?

Itu adalah perjuangan terus-menerus: saya sekarang begini, dan saya ingin menjadi begitu.

Proses Menjadi
2 Februari

Semua Proses Menjadi Adalah Perusakan

Batin mempunyai suatu gagasan, yang mungkin menyenangkan, dan ia ingin menjadi seperti gagasan itu, yang adalah proyeksi keinginan Anda.

Ada keadaan begini, yang tidak Anda sukai, dan Anda ingin menjadi begitu, yang Anda sukai. Yang ideal itu diproyeksikan oleh diri; apa yang berlawanan adalah perluasan dari apa yang ada; itu sama sekali bukan yang berlawanan, melainkan kelanjutan dari apa yang ada, mungkin sedikit diubah. Proyeksi itu dikehendaki oleh diri, dan konflik adalah perjuangan menuju proyeksi itu. ...

Anda berjuang untuk menjadi sesuatu, dan sesuatu itu adalah bagian dari diri Anda. Yang ideal itu adalah proyeksi Anda sendiri.

Lihatlah betapa batin telah menipu dirinya sendiri. Anda berjuang mengejar kata-kata, mengejar proyeksi Anda sendiri, bayangan Anda sendiri. Anda penuh kekerasan, dan Anda berjuang untuk tidak lagi keras, yakni yang ideal; tetapi yang ideal itu adalah proyeksi apa yang ada, hanya saja dengan nama berbeda.

Bila Anda menyadari tipuan yang Anda lakukan terhadap diri Anda sendiri, maka yang palsu terlihat sebagai yang palsu.

Perjuangan menuju suatu ilusi adalah faktor yang merusak. Semua konflik, semua proses menjadi adalah perusakan. Bila ada kesadaran akan tipuan yang dilakukan batin terhadap dirinya sendiri, maka yang ada hanyalah apa adanya.

Bila batin terbebas dari semua proses menjadi, dari semua yang ideal, dari semua pembandingan dan pengutukan, bila semua struktur dirinya runtuh, maka apa adanya mengalami transformasi sepenuhnya.

Selama masih ada pemberian nama terhadap apa adanya, maka ada hubungan antara batin dengan apa adanya; tetapi bila proses penamaan ini—yang adalah ingatan, yakni struktur batin itu sendiri—tidak ada, maka apa adanya tidak ada lagi. Hanya di dalam transformasi ini terdapat integrasi.

Proses Menjadi
3 Februari

Dapatkah Batin yang Mentah Menjadi Peka?

Simaklah pertanyaan itu, simaklah makna di balik kata-katanya.

Dapatkah batin yang mentah menjadi peka?

Jika saya berkata batin saya mentah, dan saya mencoba menjadi peka, maka upaya untuk menjadi peka itu sendiri adalah kementahan. Harap lihat ini. Jangan heran, tetapi pandanglah.

Sedangkan, jika saya melihat bahwa saya mentah tanpa ingin berubah, tanpa mencoba menjadi peka, jika saya mulai memahami apa arti kementahan, mengamatinya dalam hidup saya dari hari ke hari—cara makan saya yang rakus, cara saya memperlakukan orang dengan kasar, kebanggaan, keangkuhan, kekasaran tingkah laku dan pikiran-pikiran saya—maka pengamatan itu sendiri mentransformasikan apa adanya.

Demikian pula, jika saya bodoh dan saya berkata saya harus menjadi cerdas, maka upaya untuk menjadi cerdas itu hanyalah wujud kebodohan yang lebih besar; oleh karena yang penting adalah memahami kebodohan.

Betapa banyak pun saya mencoba menjadi cerdas, kebodohan saya tetap ada. Saya mungkin mencapai polesan di permukaan dengan belajar, saya mungkin mampu mengutip dari buku-buku, membeo ucapan para penulis besar, tetapi pada dasarnya saya tetap bodoh.

Tetapi jika saya melihat dan memahami kebodohan ketika ia menampilkan diri dalam kehidupan saya sehari-hari—bagaimana saya memperlakukan pelayan saya, bagaimana saya memandang tetangga saya, orang miskin, orang kaya, pegawai rendah—maka kesadaran itu sendiri menghasilkan runtuhnya kebodohan.

Proses Menjadi
4 Februari

Kesempatan untuk Memperluas-diri

Struktur hirarkis memberikan kesempatan baik untuk memperluas-diri. Anda mungkin menginginkan persaudaraan, tetapi bagaimana mungkin ada persaudaraan jika Anda mengejar pembedaan spiritual?

Anda mungkin tersenyum terhadap gelar-gelar duniawi; tetapi ketika Anda mengakui Sang Master, juruselamat, guru di bidang kerohanian, tidakkah Anda masih membawa sikap duniawi itu?

Apakah mungkin ada pembagian dan gelar-gelar hirarkis dalam pertumbuhan spiritual, dalam pemahaman kebenaran, dalam merealisasikan Tuhan?

Cinta tidak mengakui pembagian. Entah Anda mencinta atau tidak mencinta; tetapi jangan buat ketiadaan cinta menjadi proses bertele-tele yang tujuannya adalah cinta. Bila Anda tahu Anda tidak mencinta, bila Anda sadar tanpa memilih akan fakta itu, maka ada kemungkinan terjadi transformasi; tetapi memupuk dengan rajin pembedaan antara Guru dan murid, antara orang yang telah sampai dan orang yang belum sampai, antara juru selamat dan pendosa, berarti mengingkari cinta. Si pengeksploitir, yang pada gilirannya dieksploitir, mendapatkan padang perburuan yang menyenangkan dalam kegelapan dan ilusi ini.

... Pemisahan antara Tuhan atau realitas dengan Anda dibuat oleh Anda sendiri, oleh batin yang melekat kepada apa yang diketahui, kepada kepastian, kepada rasa aman. Keterpisahan ini tidak bisa dijembatani; tiada ritual, tiada latihan, tiada kurban yang dapat menyeberangkan Anda; tiada juru selamat, tiada Master, tiada guru yang dapat menuntun Anda kepada yang nyata atau melenyapkan keterpisahan ini. Pembagian ini bukan antara yang nyata dengan Anda; itu ada di dalam diri Anda sendiri.

... Yang penting adalah memahami konflik keinginan yang makin meningkat; dan pemahaman ini hanya datang melalui pengenalan-diri dan kesadaran terus-menerus akan gerak-gerik diri.

Proses Menjadi
5 Februari

Di Luar Semua Pengalaman

Untuk memahami diri dibutuhkan kecerdasan yang kuat, keawasan, kewaspadaan yang kuat, mengamati tanpa henti, sehingga diri itu tidak lolos.

Saya, yang amat bersungguh-sungguh, ingin melenyapkan diri. Bila saya mengatakan itu, saya tahu adalah mungkin untuk melenyapkan diri. Harap sabar. Pada saat saya berkata, “Saya ingin melenyapkan ini,” dan di dalam proses yang saya ikuti untuk melenyapkannya terdapat pengalaman tentang diri, dan dengan demikian diri itu diperkuat.

Jadi, bagaimana mungkin bagi diri untuk tidak mengalami? Kita dapat melihat bahwa penciptaan sama sekali bukan pengalaman tentang diri. Penciptaan ada bila diri tidak ada, oleh karena penciptaan bukanlah intelektual, bukan berasal dari pikiran, bukan diproyeksikan oleh diri, merupakan sesuatu yang berada di luar semua pengalaman seperti yang kita kenal.

Mungkinkah bagi batin untuk sungguh hening, berada dalam keadaan tak mengenal, yang berarti tak mengalami, berada dalam keadaan yang di situ penciptaan dapat berlangsung—yang berarti, bila diri tidak ada, bila diri absen? Apakah pertanyaan saya ini jelas, atau tidak?

... Masalahnya adalah ini, bukan? Setiap gerak dari batin, positif atau negatif, adalah pengalaman yang sesungguhnya memperkuat sang “aku”. Mungkinkah bagi batin untuk tak mengenal? Itu hanya dapat terjadi bila terdapat keheningan sempurna, tetapi bukan keheningan yang merupakan pengalaman dari diri dan yang dengan demikian memperkuat diri.

Proses Menjadi
6 Februari

Apakah Diri Itu?

Mengejar kekuasaan, kedudukan, otoritas, ambisi dan sebagainya adalah bentuk-bentuk diri yang berbeda-beda.

Tetapi yang penting adalah memahami diri, dan saya rasa Anda dan saya meyakini hal itu. Jika boleh saya tambahkan, marilah kita bersungguh-sungguh dalam hal ini, oleh karena saya merasa, jika Anda dan saya sebagai individu—bukan sebagai kelompok dari kelas tertentu, masyarakat tertentu, wilayah iklim tertentu—dapat memahami ini dan bertindak terhadapnya, maka saya rasa akan ada revolusi yang sesunguhnya. Pada saat itu menjadi universal dan terorganisasikan dengan lebih baik, maka diri berlindung ke dalamnya; sedangkan, jika Anda dan saya sebagai individu dapat mencinta, dapat menerapkan ini secara aktual dalam kehidupan sehari-hari, maka revolusi yang begitu penting akan terjadi. ...

Tahukah Anda, apa yang saya maksud dengan diri?

Yang saya maksud dengan itu adalah gagasan, ingatan, kesimpulan, pengalaman, berbagai niat yang dapat disebut atau tidak, daya upaya sadar untuk menjadi sesuatu atau tidak menjadi sesuatu, timbunan ingatan di bawah-sadar, sifat rasial, kelompok, individu, marga, dan semuanya, entah itu diproyeksikan keluar dalam tindakan, entah diproyeksikan secara spiritual sebagai kebajikan; perjuangan mengejar semua itu adalah diri.

Di dalamnya termasuk persaingan, keinginan menjadi sesuatu. Seluruh proses itu adalah diri; dan kita tahu secara aktual—ketika kita menghadapinya—bahwa itu jahat. Saya sengaja menggunakan kata ‘jahat’, oleh karena diri itu memecah-belah; diri itu menutup-diri; kegiatannya, betapa pun mulia, terpisah dan terisolasi. Kita tahu semua itu. Kita juga tahu bahwa adalah luar biasa saat-saat ketika diri itu tidak ada, yang di situ tidak terdapat rasa berupaya, berjuang, dan yang terjadi apabila ada cinta.

Proses Menjadi
7 Februari

Bila Ada Cinta, Diri Tidak Ada

Realitas, kebenaran bukan untuk dikenali. Agar kebenaran bisa muncul, kepercayaan, pengetahuan, pengalaman, kebajikan, pengejaran kebajikan—yang berbeda dari keadaan bajik— semua ini harus pergi.

Orang bajik yang dengan sadar mengejar kebajikan tidak akan pernah menemukan realitas. Ia mungkin orang yang sangat sopan; itu sama sekali lain dari orang yang memiliki kebenaran, dari orang yang paham. Bagi orang yang memiliki kebenaran, kebenaran telah muncul.

Seorang yang bajik adalah orang yang lurus, dan orang yang lurus tidak pernah dapat memahami apa itu kebenaran; oleh karena kebajikan baginya adalah penyelubungan diri, penguatan diri; oleh karena ia mengejar kebajikan. Ketika ia berkata, “Saya harus bebas dari keserakahan,” maka keadaan yang di situ ia tanpa-keserakahan dan yang dialaminya akan memperkuat diri. Itu sebabnya mengapa penting sekali untuk menjadi miskin, bukan hanya miskin dalam hal-hal duniawi, melainkan juga miskin dalam kepercayaan dan dalam pengetahuan.

Orang yang kaya dengan kekayaan duniawi, atau orang yang kaya dengan pengetahuan dan kepercayaan, tidak pernah akan tahu apa-apa kecuali kegelapan, dan akan menjadi pusat segala kerusakan dan kesengsaraan.

Tetapi jika Anda dan saya, sebagai individu, dapat melihat seluruh sepak terjang diri ini, maka kita akan tahu apa itu cinta.

Percayalah, itu satu-satunya reformasi yang mampu mengubah dunia. Cinta bukanlah diri. Diri tidak dapat mengenal cinta. Anda berkata, “Saya mencinta,” tetapi, ketika berkata itu, ketika mengalami itu, cinta itu tidak ada. Tetapi bila Anda tahu cinta, diri tidak ada. Bila ada cinta, diri tidak ada.


MUTIARA KEHIDUPAN Meditasi Harian Bersama Krishnamurti oleh: J. Krishnamurti Yayasan Krishnamurti Indonesia Jakarta Diterjemahkan dari: THE BOOK OF LIFE, Daily Meditations with Krishnamurti. © 1995 oleh Krishnamurti Foundation of America ke dalam bahasa Indonesia oleh: Dr. Hudoyo Hupudio, MPH © terjemahan (2005) pada: Yayasan Krishnamurti Indonesia, Jakarta
Diposting oleh Sekaring idep

Cara Paling Mudah Memotong Gambar di Microsoft Office

Advertisement

Bila hendak memotong gambar di microsoft office, baca artikel ini. Dijamin, Anda dapat melakukannya dengan cepat dan benar.
Bila gambar yang telah ditambahkan atau diinsert di lembar kerja baik di Microsoft Office Word, Excell, maupun di Microsoft Powerpoint kurang bagus komposisinya. Misalnya tampak terlalu besar dan atau ada bagian tertentu sisi gambar yang tidak baik atau tidak mendukung ilustrasi gambar secara keseluruhan, bagian gambar itu bisa disembunyikan atau dipotong. Begitu pula bila ada bagian dari gambar yang tidak hendak diikutkan dalam tampilan presentasi dan lain sebagainya, maka bagian gambar tersebut dapat dipotong.

Nah, ikuti artikel ini dengan baik. Artikel singkat ini akan membantu memberikan penjelasan tentang cara memotong gambar di microsoft office, baik word maupun excell serta powerpoint.

Cara memotong gambar di MS. Word
Ini Icon Crop tool

Inilah Caranya

Setelah Anda insert gambar tersebut di lembar kerja Anda,kemudian lakukan hal berikut :

  1. Klik gambar tersebut. Kemudian klik format (di menu bar), kemudian klik icon crop (Perhatikan gambar icon di atas).
  2. Setelah itu, pada bagian gambar akan tampak garis siku-siku di setiap pojok gambar, dan garis tebal hitam di sisi-sisinya. Arahkan mouse Anda ke bagian tertentu dari gambar akan dipotong, atau dicrop. Sambil ditekan, geser Mouse ke arah dalam, dan perhatikan sejauh mana Anda hendak memotong gambar tersebut.

Cara memotong gambar di MS. Word
Ilustrasi gambar Siap dipotong

Bila benar, maka gambar telah terpotong dengan cara yang tepat, dan hasilnya tentu akan menyesuaikan dengan komposisi dan ukuran besar gambar tersebut.

Mudah Bukan?
Semoga dapat dijadikan referensi.

Diposting oleh Sekaring idep

Jangan Minum Antibiotik Saat Flu!

Advertisement

Pergi menemui dokter Anda ketika Anda merasa sakit selalu merupakan ide yang baik; namun, kemungkinan besar Anda tidak membutuhkan antibiotik.

Anda sudah sakit selama beberapa hari dan berpikir Anda mungkin mengalami infeksi saluran pernafasan. Tenggorokan gatal dan sakit, Anda terisak dan bersin, dan mata Anda berkaca-kaca. Anda merasa sakit, lelah dan menderita. Haruskah Anda pergi ke dokter dan meminta antibiotik?

Tahukah Anda, Apa Antibiotik itu?

Antibiotik dapat membunuh bakteri (bacteriocidal) atau memperlambat kemampuan bakteri berkembang biak (bacteriostatic).

Antibiotik, yang ditemukan pertama kali, adalah produk alami dari jamur dan organisme lain. Infeksi yang pernah membunuh jutaan orang yang tak terhitung banyaknya, akhirnya bisa disembuhkan dan dianggap spele dan bisa diobati.
Namun, dewasa ini, antibiotik dapat dihasilkan melalui sintesis di laboratorium, dan telah beredar luas di masyarakat, bergabung dengan antibiotik yang dihasilkan secara alami yang efektif melawan berbagai macam bakteri.

Tahukah Anda, Apakah Bakteri Itu?

Bakteri adalah organisme mikroskopis yang ditemukan di seluruh alam.
Mereka dapat hidup di dalam atau di luar tubuh manusia.
Beberapa bahkan bermanfaat dan diperlukan untuk mendukung kesehatan yang baik, beberapa bakteri lain bersifat patogen yang menyebabkan infeksi dan penyakit.
Bakteri ini bertanggung jawab untuk sejumlah infeksi pernafasan manusia, diantaranya infeksi sinus dan telinga, beberapa jenis pneumonia dan radang tenggorokan.

Tahukah Anda, Apa yang dimaksud dengan Virus?

Virus bahkan lebih kecil daripada bakteri.

Ketika Anda terinfeksi virus, yang terjadi adalah virus tersebut menyerang sel-sel tubuh Anda, menggunakan (menunggangi) regenerasi sel untuk membantu perkembangbiakannya. Virus-virus ini bertanggung jawab untuk flu, pilek dan banyak jenis sakit tenggorokan, batuk, infeksi telinga, bronkitis, dan bahkan pneumonia.

Tidak seperti bakteri, virus tidak terbunuh oleh antibiotik.

Jangan minum antibiotik saat flu
Jangan Minum Antibiotik saat Flu
Sumber:http://apotekeranda.com/wp-content/uploads/2018/01

Salah satu contoh sakit yang disebabkan karena virus, adalah HIV yang menyebabkan AIDS. Di masyarakat lebih populer dengan penyakit HIV/AIDS.

Mengapa Tidak meminum Antibiotik Hanya dalam Kasus tertentu?

Karena ada masalah besar dengan penggunaan antibiotik.

Ketika bakteri terkena antibiotik, - sementara waktu- banyak bakteri yang terbunuh, namun pada generasi berikutnya, bakteri dapat mengembangkan karakteristik yang memungkinkan mereka kebal terhadap takaran dosis tertentu dari antibiotik, sehingga bakteri tidak terbunuh.

Antibiotik membunuh bakteri terlemah, resistensi antibiotik memungkinkan bakteri kuat dan tahan untuk terus berkembang biak. Hasil akhirnya bisa berupa superbug atau bakteri kebal, yang sangat sulit dibunuh dan mungkin hanya mampu dibunuh dengan takaran/dosis antibiotik yang sangat kuat.
Antibiotik semacam itu menimbulkan risiko efek samping yang signifikan yang mungkin memerlukan perawatan yang lebih intensif, tentu dengan biaya yang lebih mahal.

Beberapa Bakteri kebal menyebabkan infeksi yang mematikan dan bahkan fatal yang tidak dapat disembuhkan dengan antibiotik saat ini.

Bagaimana Mengetahui Gejala sakit Karena Virus atau Bakteri?

Perbedaan ini bisa rumit; itulah sebabnya kita wajib ke dokter.
Beberapa petunjuk:

  • Kebanyakan pilek yang disebabkan oleh virus dan infeksi saluran pernafasan atas lainnya, akan menghasilkan berbagai macam gejala, seperti: sakit tenggorokan, pilek, batuk, dan rasa sakit.
  • Infeksi bakteri sering menyebabkan rasa sakit yang lebih terpusat, seperti telinga yang sangat sakit atau tenggorokan yang sangat sakit.
  • Beberapa tanda-tanda (seperti lendir hijau yang kental) digunakan untuk menduga atau mendiagnosa adanya infeksi bakteri, tetapi hal itu tidak lagi diyakini secara akurat.
  • Penyakit virus biasanya mereda setelah seminggu. Penyakit yang berlangsung lebih dari 10 hari atau yang tiba-tiba memburuk setelah lima hingga tujuh hari mungkin telah berevolusi menjadi infeksi bakteri.
  • Orang dengan masalah paru-paru yang mendasari (seperti asma atau penyakit paru obstruktif kronik) atau penyakit kronis lainnya mungkin lebih rentan terhadap infeksi bakteri dan harus meminta rujukan dari profesional lebih cepat.

Bagaimana Saya Dapat Membantu Mencegah Bakteri Kebal?

  1. Kebiasaan mencuci tangan yang baik untuk menghindari sakit atau penyakit yang menulari orang lain.
  2. Dapatkan vaksinasi flu tahunan.
    Jika Anda sakit, bicarakan dengan dokter Anda tentang apakah penyakit Anda lebih mungkin disebabkan oleh virus atau bakteri.
  3. Jangan sembarangan menggunakan antibiotik; tanyakan pada dokter apakah Anda membutuhkannya atau tidak.
  4. Jika Anda membutuhkan antibiotik, pastikan Anda meminumnya sesuai petunjuk; jangan hentikan obat hanya karena sudah mulai merasa lebih baik. Tidak menghabiskan seluruh resep yang diberikan, memungkinkan bakteri resisten untuk berkembang dan tidak sepenuhnya terbunuh.
  5. Ingat: Jangan pernah mengambil antibiotik orang lain, dan jangan berikan kepada orang lain juga. Obat resep tidak pernah dimaksudkan untuk dibagikan.

Jadi jelas sekarang, Mengapa Anda Mungkin Tidak membutuhkan Antibiotik untuk Pilek atau Flu?
Karena Hanya sebagian kecil infeksi saluran pernapasan atas yang merespons antibiotik

Ditulis Oleh : Naveed Saleh, MD, MS; di : https://www.verywellhealth.com/antibiotics-for-a-cold-or-flu-3860315

Diposting oleh Sekaring idep

Pengenalan Diri

Advertisement
Pengenalan-diri, 22 Januari

Dapatkah Saya Bergantung pada Pengalaman Saya?

Kebanyakan dari kita puas dengan otoritas karena ia memberi kita kesinambungan, kepastian, suatu rasa terlindung. Tetapi orang yang ingin memahami implikasi dari revolusi psikologis yang mendalam ini haruslah bebas dari otoritas, bukan?

Ia tidak dapat mengharapkan otoritas apa pun, baik yang diciptakannya sendiri maupun yang dipaksakan oleh orang lain.

Mungkinkah itu?

Mungkinkah bagi saya untuk tidak bergantung pada otoritas pengalaman saya sendiri?
Bahkan setelah saya membuang semua ungkapan lahiriah dari otoritasbuku, guru, rohaniwan, tempat ibadah, kepercayaan—saya masih merasa bahwa setidak-tidaknya saya dapat bergantung pada penilaian saya sendiri, pada pengalaman saya sendiri, pada analisis saya sendiri.

Tetapi dapatkah saya bergantung pada pengalaman saya, pada penilaian saya, pada analisis saya?
Pengalaman saya adalah hasil dari keterkondisian saya, persis seperti pengalaman Anda adalah hasil dari keterkondisian Anda, bukan?
Saya mungkin dibesarkan sebagai seorang Muslim, atau Buddhis, atau Hindu, dan pengalaman saya ditentukan oleh latar belakang budaya, ekonomis, sosial, dan religius, persis seperti pengalaman Anda juga.
Dapatkah saya bergantung pada itu?>br/> Dapatkah saya bergantung untuk mendapatkan tuntunan saya, harapan, penglihatan yang membuat saya yakin dalam penilaian saya sendiri, yang lagi-lagi adalah hasil dari akumulasi ingatan, pengalaman, keterkondisian masa lampau yang berjumpa dengan saat kini? ...

Nah, bila saya ajukan semua pertanyaan ini kepada diri saya sendiri, dan saya sadar akan masalah ini, saya melihat bahwa hanya ada satu keadaan yang di situ realitas, kebaruan, dapat muncul, yang menghasilkan suatu revolusi.

Keadaan itu adalah bila batin sama sekali kosong dari masa lampau, bila di situ tiada si penganalisis, tiada pengalaman, tiada penilaian, tiada otoritas dalam bentuk apa pun.

Pengenalan-diri, 23 Januari

Pengenalan-Diri Adalah Proses

Jadi, untuk memahami berbagai masalah yang tak terhitung banyaknya yang dihadapi oleh kita masing-masing, tidakkah mutlak perlu untuk mengenal diri?

Dan itu adalah salah satu hal yang paling sukar, kesadaran-diri—yang bukan berarti isolasi, menarik diri.
Jelas, mengenal diri adalah mutlak perlu; tetapi untuk mengenal diri tidak berarti menarik diri dari hubungan. Dan jelas salah untuk berpikir bahwa kita dapat mengenal diri secara bermakna, secara tuntas, secara penuh, melalui isolasi, melalui penolakan terhadap orang, atau dengan pergi kepada seorang psikolog, atau kepada seorang rohaniwan, atau bahwa kita dapat belajar mengenal diri dari sebuah buku.

Pengenalan-diri adalah jelas suatu proses, bukan tujuan itu sendiri; dan untuk mengenal diri, kita harus sadar akan diri kita dalam tindakan, yang adalah hubungan.

Anda menemukan diri Anda, bukan dalam isolasi, bukan dalam menarik diri, melainkan dalam hubungan—dalam hubungan dengan masyarakat, dengan istri Anda, dengan suami Anda, dengan saudara Anda, dengan manusia lain; tetapi untuk melihat bagaimana Anda bereaksi, apa respons Anda, hal itu membutuhkan kewaspadaan batin luar biasa, suatu ketajaman persepsi.

Pengenalan Diri
Pengenalan Diri JK
Pengenalan-diri, 24 Januari

Batin yang Tak Terikat

Transformasi di dunia dihasilkan melalui transformasi diri sendiri, oleh karena diri adalah produk dan bagian dari keseluruhan proses eksistensi manusia.

Untuk mentransformasikan diri, pengenalan-diri adalah mutlak perlu; tanpa mengenal apa adanya diri Anda, tidak ada landasan bagi pikiran benar, dan tanpa mengenal diri Anda sendiri tidak mungkin ada transformasi.

Kita harus mengenal diri kita seperti apa adanya, bukan seperti apa yang kita inginkan, yang hanyalah sekadar suatu cita-cita, dan oleh karena itu khayal, tidak nyata; hanya apa adanya yang dapat ditransformasikan, bukan apa yang Anda inginkan.

Mengenal diri sendiri seperti apa adanya membutuhkan kewaspadaan batin luar biasa, oleh karena apa adanya itu mengalami transformasi, perubahan terus-menerus; dan untuk dapat mengikutinya dengan cepat batin tidak boleh terikat pada suatu dogma atau kepercayaan tertentu, kepada suatu pola tindakan tertentu.

Kalau Anda ingin menelusuri sesuatu, tidak baik jika terikat.

Untuk mengenal diri Anda sendiri, harus ada keadaan-sadar, suatu kewaspadaan batin yang di situ terdapat kebebasan dari semua kepercayaan, dari semua idealisasi, oleh karena kepercayaan dan cita-cita hanya memberi Anda warna, yang mendistorsikan persepsi yang sebenarnya.

Jika Anda ingin mengenal apa adanya diri Anda, Anda tidak dapat membayangkan atau percaya kepada sesuatu yang bukan apa adanya diri Anda.

Jika saya serakah, cemburu, penuh kekerasan, maka hanya sekadar memiliki cita-cita tentang tanpakekerasan, tentang tanpa-keserakahan, tidak banyak bermanfaat. ...

Pemahaman akan apa adanya diri Anda, apa pun itu—buruk atau indah, jahat atau merugikan—pemahaman akan apa adanya diri Anda, tanpa distorsi, adalah awal dari kebajikan. Kebajikan mutlak perlu, oleh karena ia memberi kebebasan.

Pengenalan-diri, 25 Januari

Mengenal-Diri Secara Aktif

Tanpa pengenalan-diri, pengalaman menghasilkan ilusi; dengan pengenalan-diri, pengalaman—yang adalah respons terhadap tantangan—tidak meninggalkan sisa kumulatif sebagai ingatan. Pengenalan-diri adalah penemuan dari saat ke saat gerak-gerik diri, niat-niatnya dan upaya-upayanya, pikiran-pikirannya dan nafsu-nafsunya. Tidak pernah ada “pengalamanku” dan “pengalamanmu”; istilah “pengalamanku” itu sendiri menandakan ketidaktahuan dan diterimanya ilusi.

Pengenalan-diri, 26 Januari

Kreativitas Melalui Pengenalan-Diri

Tidak ada metode untuk mengenal diri.

Mencari metode mau tidak mau menyiratkan keinginan untuk mencapai suatu hasil—dan itulah yang dikehendaki oleh kita semua. Kita mengikuti otoritas—jika bukan otoritas seseorang, maka otoritas sebuah sistem, atau sebuah ideologi—karena kita menghendaki suatu hasil yang memuaskan, yang akan memberi kita rasa aman.

Kita sesungguhnya tidak menghendaki untuk memahami diri kita sendiri, dorongan-dorongan dan reaksi-reaksi kita, seluruh proses berpikir kita, yang disadari maupun tak disadari; kita lebih suka menjalankan sebuah sistem yang memberikan jaminan hasil.

Tetapi menjalankan sebuah sistem mau tidak mau adalah hasil keinginan untuk memperoleh rasa aman, memperoleh kepastian, dan hasilnya jelas bukan pemahaman diri sendiri.

Bila kita mengikuti sebuah metode, kita harus menganut otoritas—Guru, Juruselamat, Master—yang akan menjamin bagi kita apa yang kita inginkan; jelas ini bukan jalan untuk mengenal diri.

Otoritas menghalangi pengenalan diri, bukan?

Di bawah perlindungan sebuah otoritas, perlindungan seorang penuntun, Anda mungkin mempunyai rasa aman, rasa sejahtera untuk sementara, tetapi itu bukan pemahaman seluruh proses diri sendiri. Otoritas pada hakikatnya menghalangi penyadaran penuh akan diri sendiri, dan oleh karena itu pada akhirnya menghancurkan kebebasan; hanya di dalam kebebasan terdapat kreativitas. Kreativitas hanya mungkin ada melalui pengenalan diri.

Pengenalan-diri, 27 Januari

Batin Hening, Batin Sederhana

Apabila kita sadar akan diri kita sendiri, bukankah seluruh gerak kehidupan adalah jalan untuk membongkar sang aku, ego, diri?

Diri adalah proses yang amat rumit, yang hanya dapat dibongkar dalam hubungan, dalam kegiatan kita sehari-hari, dalam cara kita bicara, cara kita menilai, menghitung-hitung, cara kita mengutuk orang lain dan diri sendiri.

Semua itu mengungkapkan terkondisinya pikiran kita sendiri; dan tidakkah penting untuk menyadari seluruh proses ini?

Hanya melalui kesadaran akan apa yang benar dari saat ke saat terdapat penemuan akan apa yang berada di luar waktu, yang abadi. Tanpa pengenalan-diri, yang abadi tidak mungkin muncul.

Bila kita tidak mengenal diri kita sendiri, yang abadi menjadi sekadar kata semata-mata, suatu simbol, suatu spekulasi, suatu dogma, suatu kepercayaan, suatu ilusi yang kepadanya batin bisa melarikan diri.

Tetapi jika kita mulai memahami sang aku dalam semua sepak-terjangnya sehari-hari, maka di dalam pemahaman itu sendiri, tanpa upaya apa pun, apa yang tak bernama, yang berada di luar waktu, muncul. Tetapi yang di luar waktu itu bukan ganjaran bagi pengenalan-diri.

Yang abadi tidak dapat dikejar; batin tidak bisa memilikinya. Ia muncul bila batin hening, dan batin hanya bisa hening bila ia sederhana, bila ia tidak lagi menimbun, mengutuk, menghakimi, menimbang-nimbang.

Hanyalah batin yang sederhana yang dapat memahami apa yang nyata, bukan batin yang penuh dengan kata-kata, pengetahuan, informasi. Batin yang menganalisis, menghitung-hitung, bukanlah batin yang sederhana.

Pengenalan-diri, 28 Januari

Pengenalan-Diri

Tanpa pengenalan diri, apa pun yang Anda lakukan, tidak mungkin ada keadaan meditasi.

Yang saya maksud dengan pengenalan diri adalah menyadari setiap pikiran, setiap suasana batin, setiap kata, setiap perasaan; menyadari kegiatan batin Anda—bukan menyadari diri tertinggi, Aku yang luhur, tidak ada itu; diri yang lebih tinggi, atman, masih berada di dalam lingkup pikiran.

Pikiran adalah hasil keterkondisian Anda, pikiran adalah respons ingatan Anda— ingatan nenek moyang atau ingatan belum lama berselang.

Dan sekadar mencoba bermeditasi tanpa lebih dulu menegakkan secara mendalam, sehingga tak tercabut kembali, kebajikan yang datang dari pengenalan diri adalah sama sekali menyesatkan dan sama sekali tak berharga.

Mohon diperhatikan, ini sangat penting bagi mereka yang serius untuk memahami ini. Oleh karena jika Anda tidak dapat melakukannya, maka meditasi Anda dan kehidupan sehari-hari Anda tercerai, terpisah—begitu jauh terpisah sehingga sekalipun mungkin Anda bermeditasi, duduk bersila terus-menerus, sepanjang sisa hidup Anda, Anda tidak akan melihat lebih jauh dari hidung Anda; sikap tubuh apa pun yang Anda ambil, apa pun yang Anda lakukan, tidak akan berarti sama sekali.

... Penting dipahami apa pengenalan diri ini: sekadar sadar, tanpa memilih sedikit pun, akan sang aku yang bersumber pada seonggok ingatan—sekadar menyadarinya tanpa menafsirkan, sekadar mengamati gerakan batin.

Tetapi pengamatan itu terhalang bila Anda mengumpulkan melalui pengamatan: apa yang harus dikerjakan, apa yang tak boleh dikerjakan, apa yang harus dicapai; jika Anda lakukan itu, Anda mengakhiri proses yang hidup dari gerakan batin sebagai diri.

Artinya, saya harus mengamati dan melihat faktanya, yang aktual, apa adanya. Jika saya mendekatinya dengan sebuah gagasan, dengan sebuah opini—misalnya, saya harus begini, atau saya tidak boleh begitu, yang adalah respons ingatan—maka gerakan dari apa adanya akan terhalang, terbendung; dan oleh karena itu, tidak terjadi belajar.

Pengenalan-diri 29 Januari

Kekosongan Kreatif

Tidak dapatkah Anda sekadar menyimak ini seperti tanah menerima benih, dan melihat apakah batin mampu menjadi bebas, menjadi kosong?

Ia bisa menjadi kosong hanya dengan memahami seluruh proyeksi-proyeksinya, seluruh kegiatannya, bukan kadang-kadang saja, melainkan dari hari ke hari, dari saat ke saat. Maka Anda akan menemukan jawabannya, maka Anda akan melihat bahwa perubahan muncul tanpa diminta, bahwa keadaan kekosongan kreatif bukanlah sesuatu untuk dipupuk—ia ada, ia datang menyelinap, tanpa diundang, dan hanya dalam keadaan itulah terdapat kemungkinan pembaruan, kebaruan, revolusi.

Pengenalan-diri 30 Januari

Pengetahuan-Diri

Berpikir benar datang dengan pengenalan-diri. Tanpa memahami diri Anda, Anda tidak punya dasar untuk berpikir; tanpa pengenalan-diri, yang Anda pikir adalah tidak benar.

Anda dan dunia bukan dua entitas berbeda dengan problem terpisah; Anda dan dunia adalah satu.

Problem Anda adalah problem dunia. Anda mungkin hasil dari kecenderungan-kecenderungan tertentu, dari pengaruh lingkungan, tetapi Anda tidak berbeda secara mendasar dengan orang lain.

Secara batiniah, kita semua sangat mirip; kita semua didorong oleh keserakahan, keinginan jahat, ketakutan, ambisi dan sebagainya. Kepercayaan, harapan, aspirasi kita mempunyai landasan bersama. Kita adalah satu; kita adalah satu kemanusiaan, sekalipun batas-batas artifisial dari ekonomi dan politik dan prasangka memecah-belah kita.

Jika Anda membunuh orang lain, Anda merusak diri sendiri.

Anda adalah pusat dari keseluruhan, dan tanpa memahami diri Anda sendiri Anda tidak dapat memahami realitas.

Kita mempunyai pengetahuan intelektual tentang kesatuan ini, tetapi kita tetap menyimpan pengetahuan dan perasaan dalam kotak-kotak yang berbeda, dan oleh karena itu kita tidak pernah mengalami kesatuan yang luar biasa dari manusia.

Pengenalan-diri, 31 Januari

Relasi Adalah Cermin

Pengenalan-diri bukanlah mengikuti suatu rumusan tertentu.

Anda boleh pergi kepada seorang psikolog atau psikoanalis untuk mengetahui diri Anda, tetapi itu bukan pengenalan-diri.

Pengenalan-diri muncul apabila kita menyadari diri kita di dalam hubungan, yang memperlihatkan apa adanya diri kita dari saat ke saat. Hubungan adalah cermin yang di dalamnya kita melihat diri kita sendiri seperti apa adanya.

Tetapi kebanyakan dari kita tidak mampu memandang diri sendiri seperti apa adanya dalam hubungan, oleh karena kita langsung mulai menyalahkan atau membenarkan apa yang kita lihat. Kita menghakimi, kita menilai, kita membandingkan, kita menolak atau menerima, tetapi kita tidak pernah sungguh-sungguh mengamati apa adanya, dan bagi kebanyakan orang tampaknya ini hal yang paling sukar dilakukan; namun hanya inilah awal dari pengenalan-diri.

Jika kita mampu melihat diri kita seperti apa adanya di dalam cermin luar biasa dari hubungan, yang tidak mendistorsikan, jika kita bisa sekadar memandang ke dalam cermin ini dengan penuh perhatian dan sungguh-sungguh melihat apa adanya, menyadarinya tanpa menyalahkan, tanpa menghakimi, tanpa menilai—dan kita melakukan ini apabila terdapat minat yang sungguh-sungguh—maka kita akan menemukan bahwa batin mampu membebaskan dirinya dari semua keterkondisian; dan hanya di situlah batin bebas untuk menemukan apa yang terletak di luar lingkup pikiran.

Bagaimana pun juga, betapa pun terpelajar atau betapa pun remeh batin, ia sadar atau tidak sadar terbatas, terkondisi, dan setiap perluasan dari pengkondisian ini masih terletak di dalam lingkup pikiran. Maka, kebebasan adalah sesuatu yang sama sekali lain.

Tulisan sebelumnya :

MUTIARA KEHIDUPAN
Meditasi Harian Bersama Krishnamurti
oleh: J. Krishnamurti
Yayasan Krishnamurti Indonesia Jakarta

Diterjemahkan dari:
THE BOOK OF LIFE, Daily Meditations with Krishnamurti.
© 1995 oleh Krishnamurti Foundation of America 
ke dalam bahasa Indonesia oleh: Dr. Hudoyo Hupudio, MPH
© terjemahan (2005) pada: Yayasan Krishnamurti Indonesia, Jakarta

Diposting oleh Sekaring idep

Membuat Foto Profil Sosial Media Ada 3 Hal Wajib Diperhatikan

Advertisement

Ketika akan mengunggah foto untuk profil pada media sosial, kita sering menghadapi keadaan foto yang kurang pas. Misalnya terlalu banyak bidang background yang tampak, atau objek yang ingin ditonjolkan tampak terlalu kecil. Nah, untuk itu perlu dipersiapkan foto profil tersebut dengan baik.

Pada umumnya, ada 3 hal yang wajib diperhatikan ketika menyiapkan foto profil untuk sosial media kita. 3 hal tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Croplah foto sedemikian rupa sehingga (umumnya setengah badan dengan minimal 75% wajah). Bila belum mampu mengkrop foto, silakan kunjungi panduannya di cara mengcrop foto di photoshop. Disamping itu, HP pada zaman sekarang, feature kameranya sudah dilengkapi software edit. Nah, bila tidak memungkinkan menggunakan aplikasi photoshop, bisa menggunakan feature tambahan bawaan HP.
  2. icon crop
    Icon Crop
  3. Bila menggunakan photoshop, langkah kedua, tentukan besar/ukuran file dalam KB (misalnya 100 kb atau ukuran yang lain). Umumnya foto yang diambil dengan kamera DSLR maupun camera digital mempunyai besar pixel yang besar, yang mengakibatkan filenya lumayan besar, dengan satuan megabite (MB).
    Nah. perkecillah ukuran file yang dari MB ini ke KB. Bagaimana caranya? Bisa perdalam caranya di artikel cara mengubah size foto MB ke KB, atau dengan memperkecil resolusinya ketika mengcrop foto seperti langkah pertama di atas.
  4. Crop foto untuk profil sosial media
    Membuat Foto Profil Sosial Media
  5. Untuk memudahkan mendapatkan file dengan ukuran kecil maka, buatlah foto dalam ukuran 3 x 4 cm atau 4 x 6, atau ukuran yang sesuai dengan resolusi yang kurang dari 300 pixel/inch, sehingga semakin kecil size foto, maka dimungkinkan semakin cepat ketika mengupload ke situsnya. Bagaimana cara mendapat ukuran foto yang pas? Bisa terbantu dengan membaca artikel ukuran pas foto

Yang perlu diingat dalam mengcrop fotonya, pada kolom resolusi pilihlah angka 200 px/inc untuk mendapat size foto yang kecil.

Nah.. itulah yang dapat dibagi kali ini tentang cara membuat foto profil sosial media.
Semoga bermanfaat.

Diposting oleh Sekaring idep